Ondel-ondel adalah salah satu bentuk seni tradisional yang berasal dari daerah Betawi, yang diibaratkan sebagai sosok leluhur nenek moyang yang senantiasa menjaga anak cucunya atau penduduk suatu desa.
Bentuk Ondel-ondel yang menyerupai raksasa dengan tinggi kurang lebih 2,5m dan diameter 80cm terbuat dari anyaman bambu yang di bungkus dengan pakaian adat Betawi dan di bentuk sedemikian rupa agar mudah di pikul dari dalamnya, bagian wajah ondel-ondel pria biasanya di cat dengan warna merah dan mata melotot dengan gigi taring keluar, dan ondel-ondel wanita di cat dengan warna putih.
Seni tradisional ini biasanya di lakukan pada saat ada wabah yang melanda kampung,sedekah bumi,atau syukuran setelah panen raya.
Tetapi akhir-akhir ini seni Ondel-ondel sering di jumpai di dalam perumahan atau pinggir jalan di daerah Cikarang sebagai media komersil dalam mencari uang receh(mengamen). Biasanya dalam satu tim pengamen ondel-ondel terdiri dari 5 orang atau lebih dengan membawa alat pengeras suara. Dalam operasinya ondel-ondel biasanya diiringi dengan musik gambang, dengan dua orang pembawa ondel-ondel, seorang pendorong kotak musik dan pengeras suara, dua atau tiga orang lagi bertugas meminta uang sebagai sawerannya.
Sungguh potret yang tidak semestinya terjadi di negri ini, dengan cara pemerintah membuat dan membuka banyak lowongan pekerjaan, sebenarnya mungkin mengamen seperti ini tidak pernah mau mereka lakukan hanya dengan mendapatkan recehan yang belum tentu cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Post a Comment